saat jemariku berdansa di atas keyboard ini,secara tidak kusadari,aku membuka blog popie -adikku- dan menemukan sebuah postingan yang benar-benar pas dengan keadaan ku sekarang,ya beginilah isi postingan nya ....
the hardest ever..
Ketika larut malam dan hujan turun, aku bawa kembali dirimu dari ingatanku. Aku sudah berjanji kepada diriku sendiri, aku akan baik-baik saja tanpamu, tapi aku tidak bisa. Langit adalah saksi bisu,tanpa jawaban. Dirimu mungkin bersembunyi di belakang awan-awan. Dirimu mungkin adalah bintang. Kututup mataku dan kumimpikan dirimu. Senyuman merebak di bibirku. Waktu, kumohon berhenti. Jangan pisahkan dirinya denganku. Angin,berhentilah bertiup, ini adalah surat terakhirku untuknya.
Mengapa aku tidak bisa melepaskan kenangan yang sudah berakhir? Setelah membiarkan orang itu meninggalkanku, aku menjalani hidup yang baru. Mengapa pada hari ini aku masih memiliki kasih sayang yang dalam padamu? Tak peduli seberapa keras aku mencoba, aku tetap menemukan diriku mencari dirimu. Dan bahkan sampai saat ini. Bukankah ini menyedihkan? Bagaimana hal itu menjadi seperti ini. Aku tidak mampu melupakan semuanya.
Walaupun ingatanku sudah dihapus, aku tidak bisa melupakan wajahmu. Wajahmu terlihat jelas ketika aku sedang penuh kenangan sedih dan airmata. Walaupun jika aku mengosongkan hatiku,kenangan kita akan masih ada pada tempatnya. Karena aku sangat sedih,sangat sakit, dirimu adalah satu-satunya yang aku bisa lihat.
Rasa sakit dari perpisahan sudah menekan hatiku tetapi perasaan padamu masih sama. Aku tidak akan baik tanpa dirimu.
Meskipun sakit, rasanya sama. Hanya karena aku tidak tahu dunia dengan baik, tidak berarti bahwa aku tidak tahu rasanya sakit. Dan hanya pada dirimu, aku minta untuk memperbaiki hati ini. Jika dirimu tidak bisa memperbaikinya, maka aku tidak akan merasa kesakitan,paling tidak aku bisa hidup.
Kupikir kamu segalanya..aku percaya cintamu adalah suatu kebahagiaan, tapi itu bohong. Kamu menyakitiku dan kemudian meninggalkanku menangis. Kamu bilang kamu hanya akan mencintaiku. Hujan memasuki mataku saat aku memikirkan dirimu. Dan itu menggantikan air mata yang sudah kutahan sejak lama. Aku mencintaimu sampai aku gila dan aku sangat bahagia. Kenangan cinta yang telah kau berikan sudah pergi. Selamat tinggal, meskipun air mata memenuhi merendam seluruh tubuhku,sekarang, selamat tinggal.
Mengapa aku tidak bisa melepaskan kenangan yang sudah berakhir? Setelah membiarkan orang itu meninggalkanku, aku menjalani hidup yang baru. Mengapa pada hari ini aku masih memiliki kasih sayang yang dalam padamu? Tak peduli seberapa keras aku mencoba, aku tetap menemukan diriku mencari dirimu. Dan bahkan sampai saat ini. Bukankah ini menyedihkan? Bagaimana hal itu menjadi seperti ini. Aku tidak mampu melupakan semuanya.
Walaupun ingatanku sudah dihapus, aku tidak bisa melupakan wajahmu. Wajahmu terlihat jelas ketika aku sedang penuh kenangan sedih dan airmata. Walaupun jika aku mengosongkan hatiku,kenangan kita akan masih ada pada tempatnya. Karena aku sangat sedih,sangat sakit, dirimu adalah satu-satunya yang aku bisa lihat.
Rasa sakit dari perpisahan sudah menekan hatiku tetapi perasaan padamu masih sama. Aku tidak akan baik tanpa dirimu.
Meskipun sakit, rasanya sama. Hanya karena aku tidak tahu dunia dengan baik, tidak berarti bahwa aku tidak tahu rasanya sakit. Dan hanya pada dirimu, aku minta untuk memperbaiki hati ini. Jika dirimu tidak bisa memperbaikinya, maka aku tidak akan merasa kesakitan,paling tidak aku bisa hidup.
Kupikir kamu segalanya..aku percaya cintamu adalah suatu kebahagiaan, tapi itu bohong. Kamu menyakitiku dan kemudian meninggalkanku menangis. Kamu bilang kamu hanya akan mencintaiku. Hujan memasuki mataku saat aku memikirkan dirimu. Dan itu menggantikan air mata yang sudah kutahan sejak lama. Aku mencintaimu sampai aku gila dan aku sangat bahagia. Kenangan cinta yang telah kau berikan sudah pergi. Selamat tinggal, meskipun air mata memenuhi merendam seluruh tubuhku,sekarang, selamat tinggal.
Jujur aku sedih membacanya, susah melupakanmu, benar-benar susah.